sumedangonline.com, SUMEDANG – Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan
melalui Irwasda, Kombes Drs. Rusli Hedyaman, mengatakan semua pihak
memiliki peran dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman serta
kondusif.
Keberagaman itu, memiliki potensi konflik sosial yang solusinya harus bisa menciptakan kerukunan lintas agama. “Polri, memiliki semangat profesionalisme agar bisa meraih kepercayaan dari masyarakat, demi tegaknya kesejahteraan dan keadilan,” katanya pada acara tablig akbar HUT Bhayangkara ke 71, Polres Sumedang, di Bundaran Binokasih, Kota Sumedang, Kamis (13/7/2017).
Secara umum, Jabar termasuk wilayah Sumedang, tampak masih dalam suasana kondusif. “Kendati demikian, masyarakat sekarang diresahkan oleh sikap intoleransi anti Pancasila atau radikalisme melalui teror,” ucapnya.
Antisipasinya, kata dia, Polri dan masyarakat harus bersama-sama bisa memeranginya, karena mereka terus menerus melakukan propaganda.
Teror itu, kata dia, diantaranya, dilakukan melalui media sosial yang berisikan fitnah, hasutan, kekerasan, penganiayaan serta pengrusakan fasilitas umum.
Mereka itu menilai, bahwa golongan yang ada diluarnya merupakan kafir dan sudah ada masyarakat yang bergabung, sehingga itu yang menjadi kehawatiran dan ancaman bersama.
“Kekerasan dan radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam dan idiologi NKRI serta Bineka Tunggal Ika,” tuturnya.
Sehingga, kata dia, melalui tablig akbar yang digelar Polres Sumedang itu, diharapkan bisa mencegah berbagai persoalan seperti faham radikalisme tersebut.
“Semoga Jabar tetap aman, tertib dan damai, terhindar dari konplik sosial, serta pembangunannya pun lebih maju dan berkembang, ” ujarnya.
Keberagaman itu, memiliki potensi konflik sosial yang solusinya harus bisa menciptakan kerukunan lintas agama. “Polri, memiliki semangat profesionalisme agar bisa meraih kepercayaan dari masyarakat, demi tegaknya kesejahteraan dan keadilan,” katanya pada acara tablig akbar HUT Bhayangkara ke 71, Polres Sumedang, di Bundaran Binokasih, Kota Sumedang, Kamis (13/7/2017).
Secara umum, Jabar termasuk wilayah Sumedang, tampak masih dalam suasana kondusif. “Kendati demikian, masyarakat sekarang diresahkan oleh sikap intoleransi anti Pancasila atau radikalisme melalui teror,” ucapnya.
Antisipasinya, kata dia, Polri dan masyarakat harus bersama-sama bisa memeranginya, karena mereka terus menerus melakukan propaganda.
Teror itu, kata dia, diantaranya, dilakukan melalui media sosial yang berisikan fitnah, hasutan, kekerasan, penganiayaan serta pengrusakan fasilitas umum.
Mereka itu menilai, bahwa golongan yang ada diluarnya merupakan kafir dan sudah ada masyarakat yang bergabung, sehingga itu yang menjadi kehawatiran dan ancaman bersama.
“Kekerasan dan radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam dan idiologi NKRI serta Bineka Tunggal Ika,” tuturnya.
Sehingga, kata dia, melalui tablig akbar yang digelar Polres Sumedang itu, diharapkan bisa mencegah berbagai persoalan seperti faham radikalisme tersebut.
“Semoga Jabar tetap aman, tertib dan damai, terhindar dari konplik sosial, serta pembangunannya pun lebih maju dan berkembang, ” ujarnya.
