SUMEDANG - Silaturahmi Dulur Akur di Saung Bambu Dusun Cikeruh Lio Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Sabtu (5/8) terbilang istimewa. Hal itu lantaran pada saat acara hadir Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat Itje Siti Dewi Kuraesin, Anggota DPD RI Eni Sumarni, Ketua PK Golkar Jatinangor Dadan Wardana, DPRD Kabupaten Sumedang, Dedeh Juariah dan Tokoh Masyarakat Sumedang, Tatang Sutarna.
Acara yang mengangkay tema "Mageuhkeun Niat Mageuhgkeun tekad Sangkan Pamingpin Katara ayana karasa Manpaatna" itu pun dihadiri berbagai komunitas, kader partai Golongan Karya, organisasi kemasyarakatan dan perwakilan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz.
Dalam kesempatan itu, Tatang Sutarna mengajak masyarakat untuk dapat lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Karena statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dia tidak bisa memberikan dukungan terhadap salahsatu calon, meski demikian dia mengajak masyarakat Sumedang dalam memilih pemimpin di 2018, nantinya dapat memilih pemimpin yang dapat mengayomi aspirasi masyarakat.
Acara yang mengangkay tema "Mageuhkeun Niat Mageuhgkeun tekad Sangkan Pamingpin Katara ayana karasa Manpaatna" itu pun dihadiri berbagai komunitas, kader partai Golongan Karya, organisasi kemasyarakatan dan perwakilan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz.
Dalam kesempatan itu, Tatang Sutarna mengajak masyarakat untuk dapat lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Karena statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dia tidak bisa memberikan dukungan terhadap salahsatu calon, meski demikian dia mengajak masyarakat Sumedang dalam memilih pemimpin di 2018, nantinya dapat memilih pemimpin yang dapat mengayomi aspirasi masyarakat.
"Pilihlah pemimin (Kabupaten Sumedang) yang jujur, yang baik, yang punya konsep, yang inovasi dan yang betul-betul agresif untuk mengakomodir semua keinginan masyarakat," kata Tatang Sutarna di hadapan ratusan masa.
Tatang pun lebih lanjut menyebutkan fenomena saat ini pejabat tidak lagi saat turun ke masyarakt dingeong-ngeong patwal atau disambut dengan beragam acara oleh masyarakat yang dikunjunginya. "Sekarang berbeda, karena sekarang justru pemimpin yang harus melayani masyarakat. Itu yang kita harapkan. Kalau misalkan ada pemimpin yang masih jual beli proyek, sudahlah tidak usah dipilih. Yang suka jual beli jabatan, sudah lah jangan dipilih yang begitu-begitu. Sudah nggak musim sekarang mah. Belum juga jadi (bupati) sudah jual beli proyek, sudah jual beli jabatan. Nggak akan ada kemajuan," tandasnya.
Sebagai pituin warga Sumedang, Tatang Sutarna berharap Sumedang pasca 2018 benar-benar berubah mampu dipimpin oleh pemimpin yang baik, jujur dan yang betul-betul nyaah ke rakyat. "Coba kita lihat kota Bandung, kita kan bangga. Karena banyak perubahan-perubahan, nah kita ingin Sumedang itu seperti itu," jelasnya. (Forkowas)
Tatang pun lebih lanjut menyebutkan fenomena saat ini pejabat tidak lagi saat turun ke masyarakt dingeong-ngeong patwal atau disambut dengan beragam acara oleh masyarakat yang dikunjunginya. "Sekarang berbeda, karena sekarang justru pemimpin yang harus melayani masyarakat. Itu yang kita harapkan. Kalau misalkan ada pemimpin yang masih jual beli proyek, sudahlah tidak usah dipilih. Yang suka jual beli jabatan, sudah lah jangan dipilih yang begitu-begitu. Sudah nggak musim sekarang mah. Belum juga jadi (bupati) sudah jual beli proyek, sudah jual beli jabatan. Nggak akan ada kemajuan," tandasnya.
Sebagai pituin warga Sumedang, Tatang Sutarna berharap Sumedang pasca 2018 benar-benar berubah mampu dipimpin oleh pemimpin yang baik, jujur dan yang betul-betul nyaah ke rakyat. "Coba kita lihat kota Bandung, kita kan bangga. Karena banyak perubahan-perubahan, nah kita ingin Sumedang itu seperti itu," jelasnya. (Forkowas)